DETEKSI DINI DISFAGIA PADA THYROTOXICOSIS: STUDI PEMERIKSAAN OESOPHAGUS MAAG DUODENUM DI RSUD DR. SOEDONO MADIUN
DOI:
https://doi.org/10.58738/jhn.v4i1.1391Keywords:
Barium Follow Through, Media Kontras, AP ErectAbstract
Thyrotoxicosis merupakan kondisi dengan kadar hormon tiroid berlebih yang dapat memengaruhi fungsi saluran cerna, termasuk menyebabkan disfagia akibat peningkatan aktivitas metabolik dan stimulasi sistem saraf simpatis yang berdampak pada motilitas gastrointestinal. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting dan dapat dilakukan melalui pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan penggunaan kombinasi media kontras, peran proyeksi anteroposterior (AP) erect, serta alasan dilakukannya pemeriksaan lanjutan Barium Follow Through (BFT) dalam mendukung deteksi dini disfagia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soedono Madiun pada periode September 2025 hingga Maret 2026, dengan subjek tiga radiografer dan satu dokter spesialis radiologi serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan diawali dengan persiapan pasien berupa puasa lebih dari 6 jam dan pelepasan benda logam, dilanjutkan dengan foto polos toraks dan abdomen, kemudian pemeriksaan oesophagus dengan proyeksi AP supine serta maag dan duodenum dengan proyeksi AP supine dan AP erect, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan BFT untuk evaluasi usus halus. Media kontras yang digunakan berupa kombinasi barium sulfat dan iodin larut air yang bertujuan meningkatkan kualitas citra, mengurangi kekentalan, serta mempermudah konsumsi dan eliminasi. Kesimpulannya, pemeriksaan OMD yang dilanjutkan dengan BFT efektif dalam menilai anatomi dan motilitas saluran cerna serta berperan penting dalam deteksi dini disfagia pada pasien thyrotoxicosis, dengan kombinasi media kontras yang meningkatkan kualitas diagnostik dan proyeksi AP erect yang memberikan visualisasi fungsional lambung secara optimal.
References
Althubyani et al, 2017. (2017). Diagnosis and management of thyrotoxicosis. American Family Physician, 69(6), 2743–2749.
Andre, P. E., Ike, A. N. L., & Arnefia, N. Y. (2024) Studi kasus teknik pemeriksaan radiografi upper gastrointestinal pediatrik dengan klinis suspect hipertrofi pilorus stenosis. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, 287-291.
Assyifa, F. T., Nurbaiti, Eka, P. S. H., Puji, S., & Nursama, H. A. (2024) Penatalaksanaan Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD) sebagai Pemeriksaan Medical Check Up dengan Klinis Multiple Polyp. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 20(1), 110-118.
Chalik, R. (2016). ANATOMI DAN FISIOLOGI. Educacao e Sociedade, 1(1), 1689–1699. http://www.biblioteca.pucminas.br/teses/Educacao_PereiraAS_1.pdf%0Ahttp://www.anpocs.org.br/portal/publicacoes/rbcs_00_11/rbcs11_01.htm%0Ahttp://repositorio.ipea.gov.br/bitstream/11058/7845/1/td_2306.pdf%0Ahttps://direitoufma2010.files.wordp ress.com/2010/
Fitri, F., Novialdi, N., & Triana, W. (2014). Diagnosis dan Penatalaksanaan Striktur Esofagus. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2), 262–269. https://doi.org/10.25077/jka.v3i2.103
Hastuti, M. F. (2023). Teknik Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD) Dengan Kasus Dysphagia di Instalasi Radiologi Rsud R.A Kartini Jepara (p. 117).
Komang, N., Wiratningrum, D., & Imanto, M. (2024). Etiologi dan Penegakan Diagnosis Disfagia Etiology and Diagnosis of Dysphagia. Medula, 14(1), 90–95.
Lampignano, J. P., & Kendrick, L. E. (2018). Bontrager’s Radiographic position and related anatomy.
Larasati, D., Astari, F. M., & Dewi, S. N. (2024). Prosedur pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD) pediatrik pada kasus gastroesophageal reflux disease. Prosiding Seminar Nasional, 2(September), 1079–1086.
Naufal, A. H., Sofie, N. D., & Ayu, M. (2024) Prosedur pemeriksaan radiologi Oesophagus Maag Duodenum dengan klinis Dysphagia di Instalasi Radiologi. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, 67-73.
Rachmanio, N., Alam, G, S. (2019). Penatalaksanaan Akalasia Esophagus dengan Prosedur Pembedahan Heller Dilanjutkan Fundoplikasi. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 32–36. https://doi.org/10.18196/mm.190126
Sandradilla, D., Anggraeni, A., & Istiqomah, A. N. (2024). Teknik pemeriksaan radiografi oesophagus maag duodenum (OMD) pada neonatus dengan kasus stenosis pilorus di instalasi radiologi RS Universitas Sebelas Maret Surakarta Radiographic examination technique of duodenean gastric oesophagus (OMD) in neonates. 2(September), 2307 2311.
Syafira, D. Y., Arnefia, M. Y., & Ayu, M. (2025) Teknik Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum Dengan Klinis Geriatric Syndrome di Instalasi Radiologi Dr. Sardjito. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 7333-7339.
Syafitri, H., Andriyanti, A. (2022). Hematemesis-Melena E. C Rptur Varises. 1–16.
Tsabitah, A. F., Nurbaiti, N., Hidayat, E. P. S., Supriyono, P., & Apriantoro, N. H. (2024). Penatalaksanaan Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD) sebagai Pemeriksaan Medical Check Up dengan Klinis Multiple Polyp. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 20, 110–118
Valentina, F. H., Ildsa, M., & Ari, A. (2024) Studi kasus teknik pemeriksaan radiografi oesophagus maag duodenum (OMD) pada klinis gastritis di instalasi radiologi RSUD Wonosari. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2,1403-1409.
Wahyuningsih, H. P., Kumisyati, Y. (2017). Anatomi Fisiologi Manusia. 1–264.
Yuszqy, S. D.., Yusnida, A. M., & Mahanani, A. (2025). Teknik Pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum Dengan Klinis Geriatric Syndrome di Instalasi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6, 7333–7339.


