Efisiensi Rantai Pasok Pangan di Indonesia: Tantangan dan Solusi
DOI:
https://doi.org/10.58738/jaf.v3i1.1063Keywords:
Efisiensi Rantai Pasok Pangan, Ketahanan Pangan, Teknologi Digital, SCP, DEAAbstract
Efisiensi rantai pasok pangan merupakan faktor krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim, rantai pasok yang efisien menjadi kunci untuk memastikan distribusi pangan yang merata, harga yang stabil, serta peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dapat diterapkan untuk memperbaikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan petani, distributor, dan pelaku industri pangan, serta data sekunder dari laporan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Analisis dilakukan menggunakan metode Supply Chain Performance (SCP) dan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi pada setiap tahap rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur logistik yang terbatas, ketidakseimbangan antara produksi dan distribusi, serta rendahnya adopsi teknologi digital dalam proses manajemen rantai pasok. Namun, hasil analisis juga mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital (seperti IoT, blockchain, dan big data analytics) serta penguatan kemitraan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok. Kesimpulannya, transformasi digital dan kebijakan integratif lintas sektor menjadi solusi strategis untuk mewujudkan rantai pasok pangan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di Indonesia.
References
Ningsih, F. P., Maswadi, M., & Kusrini, N. (2024). Analisis kehilangan pangan (food loss) komoditas beras di Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(3), 959-977. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.03.12
Saryatmo, M. A., & Sukhotu, V. (2021). The influence of the digital supply chain on operational performance: A study of the food and beverage industry in Indonesia. Sustainability, 13(9), 5109. https://doi.org/10.3390/su13095109
Ihsan, T., & Derosya, V. (2024). Tinjauan strategi pengemasan buah dan sayur dalam memerangi food loss dalam rantai pasokan pascapanen di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(4), 1078-1087. https://doi.org/10.14710/jil.22.4.1078-1087
Masudin, I., & Safitri, N. T. (2021). Food cold chain in Indonesia during the COVID-19 pandemic: A current situation and mitigation. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 9(2), 99-106. https://doi.org/10.26593/jrsi.v9i2.3981.99-106
Fauziah, L., & Mashudi. (2023). Digital transformation in supply chain management: The impact of blockchain technology implementation on operational efficiency. Branding: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 3(2). https://doi.org/10.15575/jb.v3i2.44434
Kusuma, R. A. (2023). Bibliometric analysis of food and post-harvest research in enhancing the integrity of halal food industry. Agroindustrial Technology Journal, 7(2). https://doi.org/10.21111/atj.v7i2.9409
Nurhayati, N. (2023). Digital innovation in halal logistics: An Indonesian case study. Agripreneur: Jurnal Pertanian Agribisnis, 12(2). https://doi.org/10.35335/agripreneur.v12i2.4672
Wahyuni, H. C., Rosid, M. A., Sabrina, B., Gunawan, I., & Tieman, M. (2025). Blockchain in the food supply chain: A literature review and bibliometric analysis. Spektrum Industri, 23(1), 42-57. https://doi.org/10.12928/si.v23i1.302
Ibrahim, M. F., Kurrahman, T., & Meilanitasari, P. (2023). Fuzzy TOPSIS for post-harvest losses drivers evaluation in fish supply chain: A case study. Jurnal Teknik Industri, 24(2), 127-140. https://doi.org/10.22219/JTIUMM.Vol24.No2.127-140
Amilia, W., Rusdianto, A. S., Hita, M. A., & Hapsari, D. N. (2025). Analysis of post-harvest loss in the potato supply chain using the House of Risk method. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia, 4(1), 443-452.
Rahmawati, M. I., & Subardjo, A. (2023). Pemanfaatan blockchain dalam konsep sistem rantai pasok pangan halal: Studi eksplorasi. Jurnal Arastirma, 3(2). https://doi.org/10.32493/arastirma.v3i2.31972


