Perbandingan Kecepatan Penyebaran Berita Kecelakaan antara Citizen Journalism Bengkulu Info dan Jurnalis Profesional Bengkulu Ekspress di Media Sosial Instagram

Authors

  • Yogi Pratama Universitas Bengkulu
  • Araf Aliwijaya Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.58738/human.v3i2.1481

Keywords:

Bengkulu Ekspress, Bengkulu Info, Citizen Journalism, Instagram, Kecepatan Penyebaran Berita

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kecepatan penyebaran berita kecelakaan antara Citizen Journalism Bengkulu Info dan jurnalis profesional Bengkulu Ekspress di platform media sosial Instagram. Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan fenomena citizen journalism yang kerap lebih cepat dalam mendistribusikan informasi dibandingkan media profesional. Di Bengkulu, persaingan kecepatan informasi antara Bengkulu Info (akun Citizen Journalism) dan Bengkulu Ekspress (media profesional) di Instagram menjadi perhatian peneliti. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain survei. Populasi adalah mahasiswa aktif Prodi Jurnalistik FISIP Universitas Bengkulu tahun akademik 2025/2026 yang menggunakan Instagram. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert 5 poin dengan 30 item pernyataan tervalidasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene's Test), dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test atau Mann-Whitney U. Landasan teoritis mencakup teori gatekeeping, difusi inovasi, dan ambient journalism. Hasil yang diharapkan dapat membuktikan secara empiris ada tidaknya perbedaan signifikan kecepatan penyebaran berita antara kedua media tersebut berdasarkan persepsi mahasiswa.

References

Arifin, M.Z., & Rachman, A. (2024). Peran media sosial dalam penyebaran berita breaking news: Perbandingan akun Instagram jurnalis warga dan redaksi profesional. Jurnal Komunikasi Digital, 6(1), 45–62.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. (2015). Reliabilitas dan validitas (Edisi 4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bowman, S., & Willis, C. (2003). We media: How audiences are shaping the future of news and information. Reston: The Media Center at The American Press Institute.

Bruns, A. (2008). Blogs, Wikipedia, Second Life, and beyond: From production to produsage. New York: Peter Lang.

Deuze, M. (2005). What is journalism? Professional identity and ideology of journalists reconsidered. Journalism, 6(4), 442–464.

Dewan Pers. (2021). Pedoman pemberitaan media siber. Jakarta: Dewan Pers.

Febrianti, N., & Wardhani, D. (2021). Analisis perbedaan pola distribusi berita kecelakaan antara media online profesional dan akun komunitas di Bandung. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 25(2), 118–134.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gillmor, D. (2004). We the media: Grassroots journalism by the people, for the people. Sebastopol: O'Reilly Media.

Hermida, A. (2010). Twittering the news: The emergence of ambient journalism. Journalism Practice, 4(3), 297–308.

Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2014). The elements of journalism: What newspeople should know and the public should expect (3rd ed.). New York: Three Rivers Press.

Kriyantono, R. (2014). Teknik praktis riset komunikasi (Edisi ke-7). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Marlina, S., Suryanto, & Suherman, A. (2025). Persepsi mahasiswa terhadap kredibilitas dan kecepatan berita kecelakaan di Instagram: Bengkulu sebagai studi kasus. Jurnal Ilmu Komunikasi UNIB, 12(1), 1–18.

McCombs, M.E., & Shaw, D.L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187.

McQuail, D. (2010). Mass communication theory: An introduction (6th ed.). London: Sage Publications.

Nazir, M. (2014). Metode penelitian (Edisi 9). Bogor: Ghalia Indonesia.

Pavlik, J. (2013). Media in the digital age. New York: Columbia University Press.

Putri, R.A., & Hidayat, D.R. (2022). Kecepatan informasi bencana di Instagram: Studi perbandingan akun warga dan media formal di Jabodetabek. Jurnal Studi Komunikasi, 6(3), 712–728.

Rogers, E.M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). New York: Free Press.

Singer, J.B., Hermida, A., Domingo, D., Heinonen, A., Paulussen, S., Quandt, T., Reich, Z., & Vujnovic, M. (2011). Participatory journalism: Guarding the open gates at online newspapers. Malden: Wiley-Blackwell.

Sugiyono. (2019). Statistika untuk penelitian (Edisi 30). Bandung: Alfabeta.

Syahputra, I., & Nasrullah, R. (2023). Citizen journalism dan viralitas berita di era algoritma Instagram. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(2), 89–108.

We Are Social & Meltwater. (2024). Digital report Indonesia 2024. New York: We Are Social.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Pratama, Y. ., & Aliwijaya, A. . (2026). Perbandingan Kecepatan Penyebaran Berita Kecelakaan antara Citizen Journalism Bengkulu Info dan Jurnalis Profesional Bengkulu Ekspress di Media Sosial Instagram. HUMAN: Journal of Social Humanities and Science, 3(2), 83–89. https://doi.org/10.58738/human.v3i2.1481